Selasa, 04 September 2012

Norwegia Ketemu Gas 1970-an Jadi Kaya, RI Sudah 100 Tahun Lalu Kok Miskin?

Penghemat BBM Herbal | www.t-syst.com
Jakarta - Salah satu negara di Eropa, Norwegia baru berhasil menemukan cadangan besar gas bumi, sebelumnya negara tersebut juga menemukan gas bumi sejak tahun 70-an. Dengan kedua hal tersebut Norwegia menjadi negara yang makmur. Lantas Indonesia yang sudah lebih 100 tahun menemukan gas kenapa masih miskin?

Hal tersebut menjadi pertanyaan para ahli energi dan warga di Norwegia yang berpenduduk sekitar 5 juta jiwa, kenapa Indonesia yang sudah lama ketemu Migas dan banyak tapi masih miskin juga.

"Pertanyaan-pertanya seperti itu banyak ditanyakan kepada saya, kenapa Indonesia masih miskin juga padahal sudah lama punya Migas hingga sampai saat ini ketika berbicara di International oil and gas business day di Stavanger, Norwegia dalam lawatannya ke Norwegia dan Jerman beberapa hari lalu ," kata Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini ketika berkunjung ke Ruang Wartawan di Kementerian ESDM, Selasa (4/9/2012).

Dikatakan Rudi, Norwegia memang menjadi negara kaya dengan gas, dari ekspor gas ke negara-negara eropa, digunakan kembali (investasi) untuk membangun fasilitas pembangkit energi lainnya seperti pembangkit hydro (air).

"Mereka tidak gunakan untuk subsidi sama sekali, justru subsidi di negara tersebut negatif, tapi mereka menggunakan keuntungan dari jual gas dengan investasi membuat pembangkit hydro dan lainnya yang merupakan energi baru terbarukan," ucap Rudi.

Sehingga hasil keuntungan dari Migas yang didapat negara tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

"Bagus infrastrukturnya disana, mulai jalan, jembatan, pembangkit listrik, transaportasi dan lainnya, sebagian besar dari hasil penjualan energi fosil mereka," ungkapnya.

Lantas, kenapa kenapa Indonesia sekian lama menemukan Migas tapi masih dikira miskin?

"Saya jelaskan, di Indonesia 248 juta yang mulai pagi-siang-malam minta makan, berapa piring yang harus disediakan, hasil Migas yang didapat hampir sebagian besar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Sementara di norway jumlah penduduknya cuma 5 juta orang, masih banyakkan di Jakarta, sementara di kota minyak mereka sendiri jumlah penduduknya cuma 120.000 jiwa, tentu banyak uang untuk membuat negara tersebut maju," tandasnya.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar